SAVE AQSO FREE PALESTINE

(“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” [Al Hujuraat 10])

SAVE AQSO FREE PALESTINE

(Pnjajahan Di Atas Dunia Harus Dihapuskan Karena Tidak Sesuai Dengan Perikemanusiaan Dan Perikeadilan)

RUMAH GADANG

(Gonjong Ijuak Basalimuik Kabuik Di Lembah Harau Kabupaten Lima Puluh Kota)

SANG PROKLAMATOR

("Bebas Artinya Menentukan Jalan Sendiri, Tidak terpengaruh Oleh Pihak Manapun, Sedangkan Aktif Artinya Menuju Perdamaian Dunia dan Bersahabat Dengan Segala Bangsa" BUNG HATTA)

JAM GADANG BUKITTINGGI

(Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, orang-orang yang menafkahkan, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS 3:133-134))

Tampilkan postingan dengan label BUAH PIKIR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUAH PIKIR. Tampilkan semua postingan

KETELADAN SEORANG GURU

Oleh : Ade Prima Hendra, S.Pd
setiap orang tentu memiliki idola dan tiap tiap idola menjadi arti terpenting dalam perjalan hidupnya, maka sudah semestinya menjadi seorang guru merupakan pilihan terbaik yg diambil seorang muslim untuk berbagi ilmu, berbagi kebaikan, dengan setiap orang yang berada disekitarnya.
Ketika dia bertugas menyampaikan ilmu dan berharap untuk melahirkan generasi-generasi gemilang, generasi-generasi emas ada suatu hal penting yang mesti dijaga dan tak boleh terlewatkan sebelum menyampaikanx. Hal penting itu ialah ADAB, dan para ulama sepakat tentang al 'adab qobla 'ilmu, adab sebelum ilmu. Kata ust. Budi Ashari, Lc Hal ini sejal
an dengan perkataan perkataan abdullah bin mubarak RA "saya membutuhkan 30 tahun untuk belajar adab, dan hanya 20 tahun untuk belajar ilmu. Dan dan ibnu al jauzi juga menukil perkaataan abdullah bin mubarak dalam kitabnya " adab itu 2/3 ilmu.
Maka dari adab tersebut akan muncul keteladan, sebab apabila guru mengajarkan suatu kebaikan tapi tidak ia kerjakan n hanya dalam ucapan saja maka ilmu akan sulit menembus hati muridnya karena hanyalah suara hati yang mampu didengar hati. Dan ketahuilah saat kita telah menjatuhkan pilhan untuk mnjadi pengemban amanah ini, maka sudah merupakan keniscayaan tingkah laku, perkataan, perbuatan harus merujuk pada adabnya baginda rasulullah. Dan ketahuilah wahai pengikut jalan kemuliaan, murid-muridmu akan menyimpan segala yng dilakukan gurunya. Dan akan dikeluarkan kembali atau dlakukannya ketika menumui situasi yg serupa.
Seorang siswa akan menganggap baik apa apa yang dianggap baik oleh gurunya. Kita tau rasulullah merupakan keteladan puncak sebagai seorang guru besar bagi seluruh umat manusia, dan sudah semestinya keteladanan yng kita berikan juga merujuk pada keteladan manusia agung ini.

MUTIARA SYORGA DI TIMBUNAN BATU AKIK

Sariaklaweh.blogspot.com:--Jarum panjang Jam Gadang menunjukkan 15 menit meninggalkan pukul 23.00.  Pelataran mulai beranjak sepi. Kebisingan dan macetnya siangpun tak lagi terlihat. Dari arah jl. Minangkabau  seorang lelaki bergerak menghampiri jam yang menjadi ikon kota wisata tersebut. Wajahnya tampak lesu seolah tak menikmati indahnya Bukittinggi dalam dekapan Putri Malam. Dari arah pasar lereng tampak seorang pengrajin akik yang setia menikmati dagangannya. Ia terlihat tengah asyik menekuni profesinya tersebut, sambil menikmati alunan merdu Syeikh Mishary Rashid dari headset yang terpasang ditelinganya. katanya, yang lagi diasah itu Lumuik Suliki, salah satu jenis batu akik dari daerah Suliki, Kabupaten Lima Puluh Kota dekat rumah kelahiran Tan Malaka.

SIAPA BILANG ROKOK ITU HARAM?

Sariaklaweh.blogspot.com:--Tidak dapat kita pungkiri, bahwa sampai saat ini kita masih dihadapkan pada kontroversinya hukum merokok. Apakah itu halal, mubah, makruh, atau justru haram sama sekali. Setiap pendapat tersebut memperoleh tempat di pendukungnya masing-masing. Dan tidak jarang membawa dalil-dalil yang diartikan menurut kepentingan masing-masing. Disina saya hendak membawa pembaca sekalian pada pemikiran saya tentang rokok.

TANTANGAN MUSLIM INDONESIA

Sariaklaweh.blogspot.com:--Tantangan Muslim Indonesia saat ini bukan penjajahan fisik, seringkali lebih penjajahan secara pemikiran, sasarannya akidah. Intinya, kaum kuffar berusaha jadikan gaya hidupnya sebagai kiblat, untuk di-ekori dan di-buntuti, hingga Muslim tinggalkan ajarannya. Lewat hollywood diekspor cara hidup hedonis, mendewakan kenikmatan badaniyah, bahasa kerennya ghazwul fikri, perang pemikiran. Ghazwul fikri ini selain ramai lewat media, juga diupayakan via jalur formal, lewat pendidikan formal, kurikulum dan buku-buku formal. Lewat pendidikan formal, keburukan seolah terlegitimasi dan terlegalisasi, hasilnya, sekolah justru jadi ajang pendidikan tak Islami. para cendekiawan dididik di barat, atau minimal dengan cara barat, pada gilirannya, mereka yang menentukan arah pendidikan negeri ini. Cendekiawan-cendekiawan yang sudah terbaratkan ini, entah sadar atau tidak akhirnya menjauhkan generasi Muslim dari Islamnya sendiri. 

Sebagai Muslim, kita meyakini bahwa hanya dengan Islam manusia mulia dunia akhirat, hanya dengan Islam, Allah akan ridha. namun beberapa materi sekolah, justru bertentangan dengan Islam. Mulai dari 'pacaran sehat', renang bagi putri yang tak dipisah dengan putra dll. Naudzubillah. Secara normatif Rasulullah melarang pacaran dan segala jenisnya, itu mendekati zina, secara data, terbukti pacaran pintu seks bebas. Bila sedari muda diajarkan begini, wajar setelah dewasa mikirnya "mending lokalisasi zina, daripada zina nggak dilokalisasi.

Hasil dari ghazwul fikiri ini ialah Muslim tapi aqidahnya liberal, bukan Islam, pragmatis, tidak mampu berpikir menyeluruh dan solutif . Kami menyapaikan hal ini karena khawatir dan sayang dengan generasi muda Muslim, kasihan dengan orangtua yang semakin berat amanahnya. Kita meyakini, tidak semua cendekiawan terbaratkan, masih banyak yang lahir dan tumbuh dengan kepedulian Islam yang tinggi. Karena kita peduli maka kita berbagi, karena kita Muslim maka kita saling melindungi, semoga di ujung perkara, semua adalah kebaikan

@felixshiaw

Gubernur SUMBAR Mempermalukan Orang Minang?


Sariaklaweh.blogspot.com:--"Gubernur Mempermalukan Orang Minang" begitulah judul sebuah artikel yang barusan saya baca, Judul ini begitu mengusik, bagi mereka yang tumpah darahnya Minangkabau. Berita yang barusan berseliweran di dunia maya terbitan koran ternama Sumatera Barat itu menceritakan sudut pandang seorang tokoh masyarakat yang konon katanya "urang awak", menurut saya itu sah-sah saja sebagai akibat dari sistem demokrasi yang kita anut. tapi menurut hemat saya ini syarat akan kepentingan politik, mengingat pilgub sudah di depan mata. Menurut artikel tersebut, ia merasa malu karena pak Irwan dalam acara Indonesia Lawyers Club mengatakan bahwa Sumatera Barat tidak punya dana untuk menggelar pesta demokrasi tersebut, karena 700 miliar lebih, bukanlah angka yang sedikit. Dan juga disana juga disebutkan bahwa pak Irwan telah melukai hati rakyat dikarenakan sudah "baraliah hati dari rakyat ke DPRD", selaku masyarakat yang awam dibidang politik justru menurut saya pernyataan yang disampaikan oleh pak Irwan justru menghargai dan menjaga martabat Ranah Minang. Dikarenakan dengan setujunya beliau dengan sistem pemilihan kepala daerah yang kembali ditunjuk oleh anggota DPRD berarti beliau menyokong kembalinya musyawarah kembali semarak di bumi bundo kanduang. Seperti kata pepatah "bulek aia dek pambuluah, bulek kato dek mupakaik". Adapun tentang malunya karena disebut sumatera barat tidak punya uang, saya rasa itu sungguh sangat bijak, bayangkan saja, jika uang sebesar itu dialokasikan berupa bantuan-bantuanan, sudah berapa KK yang terbantu. Dan jika ditinjau dari ketatanegaraan bukankan pancasila yang kita hapal dan kita lafadzkan bersama-sama setiap senin pagi, salah satu silanya yaitu sila ke-4 menyebutkan ”kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam perwusyawaratan perwakilan”. Sila ke-4 ini merupakan penjelmaan dalam dasar politik Negara, ialah Negara berkedaulatan rakyat menjadi landasan mutlak daripada sifat demokrasi Negara Indonesia.Disebabkan mempunyai dua dasar mutlak, maka sifat demokrasi Negara Indonesia adalah mutlak pula, yaitu tidak dapat dirubah atau ditiadakan. 


Berkat sifat persatuan dan kesatuan dari Pancasila, sila ke-4 mengandung pula sila-sila lainnya, sehingga kerakyatan dan sebagainya adalah kerakyatan yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa, yang berkemanusiaan yang adil dan beradab, yang berpersatuan Indonesia dan yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Dan terakhir tentang akan diselenggarakannya pilgub dalam waktu dekat akan digelar serentak di Sumatera Barat, kalaulah pak Irwan mengatakan setuju dengan pemilihan langsung saya rasa tidaklah sulit bagi beliau untuk kembali memenangkan pertarungan politik tersebut, mengingat telah sekian banyaknya capaian-capaian prestasi yang telah beliau torehkan. Tapi karena mengingat dan menimbang pemilihan langsung lebih sedikit kemungkinan mudharatnya, maka beliau memutuskan untuk diserahkan kepada DPRD, toh DPRD kan wakilnya rakyat yang telah dipilih secara langsung oleh rakyat untuk menyampaikan aspirasi mereka di parlemen. Jadi bukan sikap beliau saya rasa semata karena PKS tergabung dalam KMP belaka melainkan untuk menghidupkan kembali musyawarah yang sejak dahulu menjadi patokan dalam mengambil suatu kebijakan di ranah minang yang sejalan juga nilai-nilai pancasila.(Ade Prima Hendra)

BERJABAT TANGAN UNTUK INDONESIA YANG LEBIH BAIK

Sariaklaweh.blogspot.com:-Hadirnya pimpinan Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam pembukaan Rakernas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan(PDIP) menelurkan berbagai spekulasi terhadap kedua partai tersebut, tentunya setiap langkah yang diambil bakal memunculkan sikap pro dan kontra baik itu oleh pengamat ataupun masyarakat awam. Walaupun pihak terkait sudah mengklarifikasikan bahwa tidak sedikitpun ada niat dari PAN dan PPP untuk mengkhianati Koalisi Merah Putih(KMP) dan mereka juga menyampaikan akan tetap istiqomah sebagai koalisi penyeimbang JOKOWI-JK . Namun beberapa pengamat tidak sedikit yang menafikkan pernyataan tersebut, mereka menilai dengan hadirnya petinggi PAN dan PPP dalam Rakernas partai pengusung JOKOWI-JK tersebut, justru merupakan lampu kuning dari kedua partai untuk bergabung dengan koalisi JOKOWI-JK. Tapi dalam pandangan saya selaku masyarakat awam hal ini justru mesti perlu untuk diapresiasi, mengingat pentingnya menjaga hubungan baik sesama partai, dan juga kalaulah kita melihat dari segi positifnya, sikap yang diambil petinggi partai tersebut menunjukkan sikap kedewasaan wajah perpolitikan kedua partai, walaupun mereka berseberangan dalam pandangan politik, namun hubungan mereka selaku figur yang diidolakan ataupun panutan masyarakat tetap mereka jaga. Kalaulah kita melihat sejarah, langkah-langkah seperti itu telah dicontohkan para founding father bangsa ini, seperti HAMKA dengan Pramoedya Anantatoer contohnya. Beliau berdua sangatlah berbeda pandangan dalam arah perpolitikan bangsa, bahkan bertolak belakang, namun dalam hal aqidah Pramoedya Anantatoer pernah menyebutkan "saya tidak menemukan sosok yang pantas sisi kereligiusan untuk membimbing calon mantu saya dalam pangkuan Islam selain dari Buya" begitupun Soekarno yang telah menjebloskan Buya ke penjara, di sisa hidupnya masih sempat berpesan "kalaulah umur saya tidak panjang jangan ijinkan orang mengimami shalat jenazah saya selain dari Buya". Hendaknya sikap seperti inilah yang mesti kita tumbuh kembangkan, dalam rangka menuju Indonesia yang lebih baik(Ade Prima Hendra)

WASPADALAH AMERIKA TENGAH MENYEMAI BENIH ISLAMPHOBIA

Sariaklaweh.blogspot.com:--Terlepas dari pro dan kontranya Daulah Islamiah serta asli atau tidaknya video pemenggalan kepala seorang jurnalist asal Amerika serikat oleh salah seorang Mujahid Daulah Islamiah  atau yang lebih dikenal dengan Islamic State (IS) ataupun Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS), ada suatu kebenaran dan pemikiran tak terbantahkan dari peristiwa tersebut. Hal itu adalah semakin membukakan mata dan telinga kita serta dunia internasional. Betapa munafiknya Amerika dan sukutu-sekutunya serta kebencian mereka terhadap dunia Islam. 

Bagaimana tidak, pembantaian massal  terhadap umat Islam di berbagai belahan dunia seperti Palestina, Suriah, Mesir,Rohingya dan banyak lagi yang seharusnya menjadi sorotan dunia, mereka dan media-medianya soalah bungkam dan membungkam seakan itu peristiwa kecil dan akan berlalu begitu saja. Adapun yang lebih memiriskan lagi adalah ketika mereka memberikan support dan donasi kepada Israel laknatullah untuk menggempur negeri para mujahid yang tidak sedikit jumlahnya.

Dimana Komisi Hak Asasi Manusia yang dulu mereka deklarasikan saat ribuan anak-anak dan kaum hawa di Gaza menjerit dibombardir Israel. Kemana PBB yang mereka kendarai Saat komunitas muslim diberangus oleh umatnya para Bhiksu di Rohingya. Kemana mereka yang katanya menjunjung tinggi demokrasi saat Presiden Mohammed Moursy dikudeta dan pendukungnya ditembak mati bak teroris dunia.

Pembantaian seorang warganya(dalam hal ini jurnalis di negeri yang tengan dikuasai IS), tanggapan mereka begitu berlebih-lebihan, seolah menggiring opini bahwa Islam itu agama yang mesti ditakuti dan harus diberantas dimanapun ia berada. Sadar ataupun tidak mereka telah menyemai benih Islamphobia dimana-mana.

ASPIRASI UNTUK PRABOWO HATTA

sumber gambar: facebook
Sariaklaweh.blogspot.com-- Saya adalah seorang anak desa di sebuah nagari/kelurahan kenamaan Sariak Laweh Kecamatan Akabiluru Kabupaten Limapuluh Kota yang bertempat  di provinsi Sumatera Barat kelahiran 18 Mei 1989.  Sekarang tengah mengabdikan diri sebagai staff pengajar di suatu Pesantren yang berlokasi di kota Payakumbuh.

Dari dahulu saya tidak begitu tertarik akan hal politik, karena saya beranggapan politik adalah suatu tempat dimana berkumpulnya orang-orang yang mengumbar janji-janji manis lagi menghanyutkan. Tatkala semua yang mereka inginkan telah tercapai, jangankan mengingat janji-janjinya, menolehpun mereka tidak sudi.

Tapi entah mengapa, saat diumumkannya daftar calon tetap presiden dan wakil presiden RI periode 2014-2019 dan nama yang muncul adalah Bapak Prabowo Subianto. Ada semacam daya tarik dari beliau yang membuat saya menjatuhkan pilihan kepada beliau. Bukan sekedar itu saja saya rela berdesak-desakan menghadiri deklarasi tim pemenangan PRABOWO-HATTA di kota Payakumbuh yang dihadiri langsung oleh Bapak Irwan Prayitno selaku Ketua Tim Pemenangan di Provinsi Sumatera Barat.

Maseh  segar di ingatan saya, saat beliau mencalonkan diri menjadi calon Wakil Presiden mendampingi ibu Megawati Soekarno Putri. Kala itu, saya termasuk orang yang tidak senang kepada beliau, mungkin karena keterbatasan informasi yang saya miliki. Saya termakan oleh pemberitaan media akan isu HAM yang ditujukan kepada beliau dan  pada akhirnya saya mengetahui kalau itu hanyalah sebuah trik dari lawan politik untuk mengekang beliau agar tidak memegang peranan penting di bidang politik.

Seiring berjalannya waktu, saya mencoba mencari tahu tentang beliau, baik itu melalui buku ataupun berselancar di dunia maya, tentunya dari sumber yang dapat dipertanggung jawabkan, bukan sekedar untuk mencari popularitas dengan menggandeng nama beliau. Setelah saya pelajari dan cermati bukannya saya menemukan keburukan beliau, malah menambah rasa hormat dan kagum saya terhadap beliau.



#1semangat dari Bukittinggi
Rasa hormat saya kepada beliau semakin menjadi-jadi, tatkala tahun 2009 beliau dinyatakan gagal menjadi orang no 2 di Indonesia. Selaku manusia seharusnya beliau merasa kecewa, tapi disinilah hebatnya beliau. Memilih untuk tetap mengabdi kepada ibu pertiwi walaupun tidak sedang mengemban amanat. Beliau mengunjungi berbagai daerah bahkan desa di Indonesia, terjun langsung ke petani, nelayan, buruh, tukang becak, pedagang dan lainnya, guna menghimpun masukan dan keluhan dari setiap lini masyarakat. Keluhan dan masukan itu beliau rangkum dan bawa ke parlemen tentunya melalui kader-kader terbaik beliau yang tergabung dalam Partai Gerindra yang beliau dirikan. Bukan itu saja beliau menjajaki berbagai negara, menemui TKI-TKI yang tengah terjerat hukum yang tidak semestinya mereka pikul. Seperti kasus Wilfrida Soik yang baru-baru ini kita dengar. Ditambah lagi sikap kepatriotan beliau yang dinilai tegas memperkuat keyakinan kita kepada beliau dalam mewujudkan Indonesia Macan Asia.

one god, one ummah one for RI 1
Berdasarkan rekam jejak itulah saya menjatuhkan pilihan kepada beliau. salah satu bentuk manifestasi kecintaan saya kepada pak Prabowo, dalam mensosialisasikan pencapresan beliau, saya tidak pernah malu kemana-mana memakai pin bergambar PRABOWO-HATTA, memakai kaos bergambar beliau, serta menyempatkan berpose sambil mengacungkan telunjuk ke udara melambangkan angka 1 yang merupakan nomer urut pasangan PRABOWO-HATTA tentunya untuk 1 misi #selamatkan1nONEsia. Terkadang tidak sedikit ocehan ataupun omelan dari teman-teman yang belum 1 pemahaman  dengan saya. Terkadang muncul kata-kata, “engkau dibayar berapa?, menangpun PRABOWO-HATTA, kamu dapat apa? ”, namun itu semua saya tepis dan perlahan paradigma seperti itu saya ubah, karena saya berpegang akan suatu prinsip yang telah saya bina melalui perjalan panjang, “kalaulah ada orang baik yang terjun ke dunia politik, sudah selayaknya kita bantu untuk mendukungnya, agar supaya tertutup kemungkinan untuk para koruptor menggerogoti bangsa ini”. #SalamperSATUan (Ade Prima Hendra, S.Pd)

#PrabowoHatta
#selamatkan1ndONEsia

#1ndONEsiaSATU

RENUNGAN DIAKHIR SYA'BAN

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

NEGERIKU KINI TAK LAGI SEPERTI DULU

maseh segar ϑî ingatanq, Kala maghrib menjelang setiap ayah,ibu, adik n kakak selangkah seayun menuju sumber azan ЧªΏƍ akan diperdengarkan, begitupun isya n dan shubuh, tapi kini? Mesjidx smakin bagus berdiri kokoh, tak kalah dengan ЧªΏƍ ϑî TV² dunsanak, tapi bangunan tinggal bangunan saudaraku, isinya tak lebih dari enam orang saudaraku, itupun hanya mereka ЧªΏƍ pasrah ϑî usia senjanya. Tapi jika kita arahkan pandangan ka lapau² terlebih ЧªΏƍ menyediakan tempat untuk menyeruput kopi panas, luar biasa banyakx saudaraku. Terkadang ϑî sana mereka hanyalah sekedar mendengarkan bualan² ЧªΏƍ dibumbui sedikit jenaka, apalagi sang etek kadai nyediain domino dan kartu ceki hingga larut ♏ªlëmpun sebagian dari kita brsedia untuk betah ϑî sana. Tetapi coba saudara/dunsanak enungkan masih pantaskah kita berharap negeri kita ϑî jauhkan dari bencana, masih pantaskah kita berharap rahmat illahi bakal menaungi, masih pantaskah kita melahirkan generasi² ЧªΏƍ cerdas n islami?


Bukan maksud menceramahi bukanpula menggurui tapi hanya sekedar bahan renungan kita bersama agar diantara kita tak L̲̅åƍɪ̣̝̇, saling berburuk sangka melalui momen ramadhan kali ini saya selaku generasi muda sariak laweh mengajak mari bersama² kita hidupkan L̲̅åƍɪ̣̝̇, syiar islam ϑî negeri kita tercinta. 

sebelum menutup ijinkan saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan mohon maaf kato salamoko kq ado nan ndak talotak pado tampekx baik ϑî dunia nyato ataupun ϑî IKBS.semoga kualitas puaso kito ϑî taun kini jauh lebih elok dari taun sblun²nyo 
(Ade prima hendra bendang)

Akhirul kalam
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


MARI BERPOLITIK CERDAS DAN SANTUN

16 tahun sudah kita menghirup udara reformasi di bumi Indonesia tercinta, pasca lengsernya rezim orde baru dibawah kendali Pak Harto. Tapi sudahkah cita-cita reformasi itu tepat sasaran? Hendaknya ini menjadi pertanyaan dan catatan besar bagi kita semua.

Kita semua tau bahkan sepakat reformasi ini dibangun di atas darah dan nyawa para aktivis 16 tahun silam. Tetapi melihat situasi sekarang seakan kita semua mengingkari kalau reformasi bertujuan mengembalikan fitrahnya pemerintahan itu ke tangan rakyat.

Dalam mengembalikan hak-hak rakyat tersebut tentu di sana terdapat juga kebebasan berpendapat, kebebasan berekspresi maupun kebebasan berpolitik. Tetapi kita lupa semua ada etikanya. Semua ada batasannya, ada nilai-nilai yang mesti kita jaga, tidak seenaknya saja. Selaku generasi berpendidikan dan terpelajar sudah semestinya kita memberikan pencerahan kepada masyarakat, bagaimana pentingnya beretika dalam bernegara.

Kita liat saja dalam ranah politik, saya memilih atau menggiring pembahasan ke ranah politik berhubung kita akan pesta demokrasi, memilih siapa yang berhak menduduki singasana RI 1. Semakin dekatnya hari pemilihan makin beragam berita yang kita dengar. Baik itu beritanya ataupun media yang menyampaikannya. Terkesan mendukung satu pasangan dan menyudutkan pasangan lain. Mungkin juga karena andil para pemilik modal penyedia berita ataupun berita pesanan. Sehingga media yang biasanya terpercaya menyuguhkan berita yang aktual dan berimbang sekarang hanya menyuguhkan pencitraan belaka, black campaign, dan tak jarang menghujat bahkan mencaci lawan jagoan politiknya.

Apakah ini yang mau kita capai dengan reformasi? Tentunya tidak ! saya merasa ini semua adalah kesalahan segelintir orang dalam mengartikan makna demokrasi pasca reformasi.

Mungkin mereka berfikir dengan pencitraan yang jor-joran, black campaign, menghina dan menghujat lawan politik merupakan cara ampuh dalam menaikkan elektabilitas jagoannya. Tapi mereka lupa kalaulah orang terus-terusan dihina dan dicaci tentu khalayak bakal mencari tau, benarkah mereka seperti itu adanya?

Maka, apabila orang mendapati satu saja kebohongan dari yang disampaikan, orang bakal mencatat bahwa apa yang selama ini kita perbuat seakan nol besar saja. Bak kato urang awak “santano manapuak aia di di dulang”. Karenanya saya menghimbau kepada kita generasi terpelajar dan terdidik, mari berpolitik santun dan cerdas, karena dengan berpolitik santun dan cerdas kita telah telah ikut berpartisipasi dalam membuka cakrawala berfikir masyarakat dan membuat masyarakat melek juga akan politik bersih.

Contoh kecilnya saja, ajak mereka melakukan hal-hal yang bermanfaat, tentunya diawali dari diri kita. Saat orang telah respek akan apa yang selama ini kita lakukan di sanalah kita dapat melihat dan menemukan ternyata politik itu tidaklah semahal yang sekarang.

Politik seolah mahal karena money politic dianggap jalan pintas sama halnya dengan black campaign, dan seandainya politik yang mahal tadi berhasil mencapai tujuannya, maka hal yang pertama terlintas di benak mereka adalah modal harus kembali.


Karenanya saya menghimbau, kepada kita semua mari selamatkan Indonesia, dengan berprilaku baik dan memilih orang baik dalam mengurusi republik ini, agar terciptanya masyarakat yang adil, aman dan damai lagi mensejahterakan. Karena kalau tidak berarti kita telah membiarkan kemungkaran terjadi di bumi nusantara ini. 

SEJARAH KELAM RANAH MINANG

Akhir-akhir ini kita disuguhkan dengan berita-berita yang menyayat sanubari selaku generasi penerus minangkabau. Betapa tidak negeri yang  selama ini kita banggakan dengan prestasinya dlam menelurkan politisi serta diplomat-diplomatnya yang handal, buya-buyanya yang alim lagi bijaksana.

Tapi sekarang negeri ini kembali menorehkan sejarah tapi kali ini dalam versi hitam betapa tidak sebut saja luak nan tuo dalam 5 bulan belakangan saja sudah ada 11 warga nya yang menyudahi hidupnya di tiang gantungan. Belum lagi luhak lima puluhkota yang menyumbangkan catatan sejarah tak kalah hitamnya mulai dari anak SMP yang dirudapaksa bahkan oleh belasan orang, baru-baru ini kasus arisan syetannya yang mngenyakkan kita. 

Jika kita telisik lebih dalam rangkaian peristiwa ini meninggalkan pesan mulia kepada kita, bahwa ada pergeseran nilai-nilai yang dianut masyarakat minang di era yang katana  modern ini. Sistem kekerabatan yang dulu kental, perlahan tergerus oleh budaya liberal yang mendewakan kehidupan materialistik dan individualistis sebagai berhala.  Oi sanak cubo inok ranuangkan. Apajadinya negeri ini di jaman anak cucu kita kelak.

Mari sama-sama selaku generasi terpelajar kita kembalikan budaya malu, budaya sopan serta santunnya rang minang. Yang mamak tau dengan tugasnya sebagai mamak. Kamanakan tau dengan posisinya sebagai kamanakan. Begitupun niniak mamak selaku orang yang didahulukan selangkah ditinggikan seranting, yang sejatinya punya andil dan kontribusi besar dalam menjalankan roda kehidupan beradat juga bermasyarakat. Mari bersama bahu membahu mambangun nagari nan kito cintoi. Minimal pada diri dan lingkungan terkecil kita, yakni keluarga. 
Payakumbuh, 9 mei 2014
Ade Prima Hendra.


PEMBENAHAN SDM ITU YANG LEBIH UTAMA

Indonesia adalah negara yang syarat akan kekayaan sumber daya alamnya. saya rasa kita setuju bahkan duniapun setuju akan hal tersebut. karena itu jua lah yang mengakibatkan indonesia dicari semenjak zaman dahulu kala. . Tapi timbul pertanyaan bagi kita, sudahkah kekayaan sumber daya alam tersebut mensejahterakan rakyat indonesia?? kalau ini tentu kita semua setuju bahkan sepakat untuk memberikan jawaban, belum.
Menurut hemat saya rakyat indonesia selama ini terlena oleh sumber daya alam yang mereka miliki, sehingga karena keterlenaan tersebut negara kita tak sempat mengolah hasil buminya. saya rasa sudah saatnya kita bangkit, bangun dari keterlenaan dan fokus kepada sumber daya manusianya. ya lewat pendidikanlah itu semua bisa kita wujudkan. akhir-akhir ini kita mendengar bahkan miris dibuatnya. tentang berita yang dimuat media cetak,online maupun elektronik. mahasiswa benilah, siswa arisan itulah. stress karena UN, dan banyak lagi. mari kita benahi pendidikan dilingkungan terdekat kita. mulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar.

Bukan menunggu uluran tangan belaka. sejatinya pendidikan adalah investasi masa depan yang cukup gemilang. untuk hidup yang lebih baik, untuk indonesia yang lebih bermartabat. mari ikut turun tangan membenahi mindset-mindset generasi kita untuk perbaikan kita semua. kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi?, tentunya dengan mendukung mereka yang memiliki program menyelamatkan republik tercinta juga merupakan salah satunya cara. kalaulah ada orang baik bersedia membenahi republik ini, sudah selayaknya kita mendukung dan memberikan support baginya. jangan menunggu balas jasa dulu. karena panggilan ini tumbuhnya dari nurani bukan dari nafsu mari turun tangan menyelamatkan Indonesia

 PAYAKUMBUH, 27 MEI 2014 
ADE PRIMA HENDRA
#SELAMATKANINDONESIA