SAVE AQSO FREE PALESTINE

(“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” [Al Hujuraat 10])

SAVE AQSO FREE PALESTINE

(Pnjajahan Di Atas Dunia Harus Dihapuskan Karena Tidak Sesuai Dengan Perikemanusiaan Dan Perikeadilan)

RUMAH GADANG

(Gonjong Ijuak Basalimuik Kabuik Di Lembah Harau Kabupaten Lima Puluh Kota)

SANG PROKLAMATOR

("Bebas Artinya Menentukan Jalan Sendiri, Tidak terpengaruh Oleh Pihak Manapun, Sedangkan Aktif Artinya Menuju Perdamaian Dunia dan Bersahabat Dengan Segala Bangsa" BUNG HATTA)

JAM GADANG BUKITTINGGI

(Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, orang-orang yang menafkahkan, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS 3:133-134))

Tampilkan postingan dengan label niur kapalo kota. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label niur kapalo kota. Tampilkan semua postingan

KOTA BATAM CITA RASA SARIAK LAWEH

logo ikatan keluarga sariak laweh kota batam
Sariaklaweh.blogspot.com:--Dengan semangat menjalin hubungan silaturrahim sesama anak nagari di kota Batam, perantau nagari Sariak Laweh mengadakan pertemuan rutin bulanan. Hal ini dimaksudkan, agar supaya, anak cucu sarato kamanakan urang sariak laweh tetap tau dan ingat akan kampuang halamannya. Dan juga, ini dilakukan guna mendata urang kampuang kito di tanah melayu tersebut. pertemuan dilakukan seperti halnya di kampuang. duduk melingkar sambia baselo, manyandapun tak jadi soal. ini membuat salah seorang anak sawah padang, kenamaan Budi Analfi(anak dari pida elektronik jo almi pokan sotu) mengungkapkan, dengan adanya pertemuan bulanan ini, walaupun badan bajauhan dari kampuang sarato urang gaek, tapi tetap suasana sariak laweh itu terasa amat kental. kalo bisa di umpamakan, kota batam bercita rasa Sariak Laweh, ungkapnya. berikut momen- momen pertemuan tersebut diabadikan dalam gambar-gambar:

















fotographer: Budi analfi
editor         : Ade Prima hendra

SIAPA YANG MESTI DISALAHKAN?



Penutupan bahan galian C di kenagarian sariak laweh semakin santer dperdengarkan akhir-akhir ini, hal ini wajar-wajar saja karena memang ada sebagian penambang pasir yang tidak mengindahkan aturan aturan yang telah ditetapkan oleh pihak jorong maupun nagari. Akibatnya tidak sedikit masyarakat yang menanggung akibat ataupun karena pengabaian tersebut. 


Sebut saja jorong Sawah padang, mereka kebilangan lapangan, tempat yang biasa mereka gunakan dalam acara sakral 2 tahun sekali yaitu shalat id idhul fitri dan idhul adha. Mau tidak mau untuk shalat id berikutnya mereka harus merelakan untuk shalat di mesjid walau harus berdesakan. 
 
Belum lagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada pertanian, mereka harus rela mengeluarkan tenaga lebih untuk mengangkut pupuk dan hasil bumi yang dihasilkan oleh sawah-sawah mereka tersebut. Karena biasanya mereka sudah dimanjakan oleh pihak penyedia jasa heller untuk menjemput hasil panen mereka dengan gratis. belum lagi di arah surau maro. Di sana sudah banyak  sawah dan parak yang selama ini mereka rawat dan olah, sekarang sudah menjadi bagian dari aliran sungai.

Lain lagi ceritanya di jorong Koto Baru, sawah yang menjadi tumpuan mereka selama ini kini sudah menjadi sungai, bahkan tim penaggulangan bencana dari kabupaten sudah turun, namun itu semua tiadalah artinya karena kerusakan telah terlebih dahulu ditimbulkan. Dahulu sebelum ada penambangan mereka bersama-sama turun ke sungai untuk menanam bamboo di tepi-tepi sungai, agar supaya mereka bisa mewariskan lahan yang telah mereka garap selama ini untuk anak cucunya. Lantas timbul pertanyaan, kepada siapa ini semua mesti di mintai peratnggung jawaban? 

Mungkin ini adalah bentuk nyata dari firman Allah SWT 14 abad silam yang
berbunyi:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Telah nampak kerusakan di darat & di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yg benar). (ar ruum ayat 41)

Bisa saja kita minta pertanggung jawaban pada pihak-pihak yang bekerja di sana. Tapi itu semua tidak bakal mendatangkan hasil memuaskan karena umumnya yang bekerja mendapat persetujuan oleh pihak pemilik lahan di tempat dia menggali. Terlepas dari itu pihak pemerintah setempat juga tidak bisa berbuat lebih banyak karena memang di saat sekarang lapangan pekerjaan sulit untuk di dapatkan. Apabila pihak nagari melarang untuk menggali tentunya ada sekian keluarga yang bakal terlantar, karena mereka hanya menggantungkan hidup di sana. Kita semua merasakan akibat dari itu semua tapi solusi hendaknya juga kita ketengahkan, agar tidak terdapat silang sengketa antara sesama kita.