SAVE AQSO FREE PALESTINE

(“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” [Al Hujuraat 10])

SAVE AQSO FREE PALESTINE

(Pnjajahan Di Atas Dunia Harus Dihapuskan Karena Tidak Sesuai Dengan Perikemanusiaan Dan Perikeadilan)

RUMAH GADANG

(Gonjong Ijuak Basalimuik Kabuik Di Lembah Harau Kabupaten Lima Puluh Kota)

SANG PROKLAMATOR

("Bebas Artinya Menentukan Jalan Sendiri, Tidak terpengaruh Oleh Pihak Manapun, Sedangkan Aktif Artinya Menuju Perdamaian Dunia dan Bersahabat Dengan Segala Bangsa" BUNG HATTA)

JAM GADANG BUKITTINGGI

(Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, orang-orang yang menafkahkan, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS 3:133-134))

Tampilkan postingan dengan label perdagangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perdagangan. Tampilkan semua postingan

SIAPA YANG MESTI DISALAHKAN?



Penutupan bahan galian C di kenagarian sariak laweh semakin santer dperdengarkan akhir-akhir ini, hal ini wajar-wajar saja karena memang ada sebagian penambang pasir yang tidak mengindahkan aturan aturan yang telah ditetapkan oleh pihak jorong maupun nagari. Akibatnya tidak sedikit masyarakat yang menanggung akibat ataupun karena pengabaian tersebut. 


Sebut saja jorong Sawah padang, mereka kebilangan lapangan, tempat yang biasa mereka gunakan dalam acara sakral 2 tahun sekali yaitu shalat id idhul fitri dan idhul adha. Mau tidak mau untuk shalat id berikutnya mereka harus merelakan untuk shalat di mesjid walau harus berdesakan. 
 
Belum lagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada pertanian, mereka harus rela mengeluarkan tenaga lebih untuk mengangkut pupuk dan hasil bumi yang dihasilkan oleh sawah-sawah mereka tersebut. Karena biasanya mereka sudah dimanjakan oleh pihak penyedia jasa heller untuk menjemput hasil panen mereka dengan gratis. belum lagi di arah surau maro. Di sana sudah banyak  sawah dan parak yang selama ini mereka rawat dan olah, sekarang sudah menjadi bagian dari aliran sungai.

Lain lagi ceritanya di jorong Koto Baru, sawah yang menjadi tumpuan mereka selama ini kini sudah menjadi sungai, bahkan tim penaggulangan bencana dari kabupaten sudah turun, namun itu semua tiadalah artinya karena kerusakan telah terlebih dahulu ditimbulkan. Dahulu sebelum ada penambangan mereka bersama-sama turun ke sungai untuk menanam bamboo di tepi-tepi sungai, agar supaya mereka bisa mewariskan lahan yang telah mereka garap selama ini untuk anak cucunya. Lantas timbul pertanyaan, kepada siapa ini semua mesti di mintai peratnggung jawaban? 

Mungkin ini adalah bentuk nyata dari firman Allah SWT 14 abad silam yang
berbunyi:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Telah nampak kerusakan di darat & di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yg benar). (ar ruum ayat 41)

Bisa saja kita minta pertanggung jawaban pada pihak-pihak yang bekerja di sana. Tapi itu semua tidak bakal mendatangkan hasil memuaskan karena umumnya yang bekerja mendapat persetujuan oleh pihak pemilik lahan di tempat dia menggali. Terlepas dari itu pihak pemerintah setempat juga tidak bisa berbuat lebih banyak karena memang di saat sekarang lapangan pekerjaan sulit untuk di dapatkan. Apabila pihak nagari melarang untuk menggali tentunya ada sekian keluarga yang bakal terlantar, karena mereka hanya menggantungkan hidup di sana. Kita semua merasakan akibat dari itu semua tapi solusi hendaknya juga kita ketengahkan, agar tidak terdapat silang sengketa antara sesama kita.

BATU LUMUT SUNGAI DAREH DIPOPULERKAN OBAMA




Popularitas batu lumut Sungai Dareh, Kabupaten Dharmasraya yang disebut juga sebagai giok Sumatera terus meroket. Selain disebabkan keindahannya, kepopuleran batu lumut Sungai Dareh secara tidak langsung juga dipengaruhi
Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama. Presiden pertama AS dari keturunan kulit hitam tersebut memasang batu akik lumut Sungai Dareh tersebut di jari manis kanannya.
Semenjak kabar Presiden Oba­ma memasang cincin bermata lumut dari Dharmasraya itu tersiar, nama batu cincin akik ini pun terus melejit. Dampaknya, semakin banyak orang yang gemar dengan batu berwarna hijau lumut tersebut, mulai kalangan ma­syarakat biasa, pengusaha, pejabat daerah, pejabat pusat, para politisi dan lainnya. Batu lumut asal Sungai Dareh ini pun laris manis di pasaran.
Giok Sumatera ini telah beredar di pasaran sejak 50 tahun lalu. Dalam lima tahun terakhir, nama­nya terus naik daun sehingga harga batu yang berasal dari Batanghari itu melambung. Kadangkala stok di pedagang juga kosong.
Terus melejitnya kepopuleran batu lumut Sungai Dareh ini juga tak terlepas dari gencarnya promosi yang dilaksanakan Pemkab Dhar­masraya. Promosi itu dila­kukan melalui pemberian cendera mata kepada tamu-tamu, mulai tamu dari lingkungan Sumbar, provinsi lain dan tamu-tamu dari pemerintah pusat dan mem­promo­sikannya melalui berbagai pameran.
Ditambah lagi karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Mendagri Gamawan Fauzi akhir-akhir ini turut memakai batu lumut Sungai Dareh ini di jari mereka sehingga penilaian masyarakat di pasaran naik drastis.
Salah satu pengrajin batu akik di Simpang Tiga Pasar Lama Pulau Punjung, Harmadi Tanjung (38) yang mewarisi usaha orang tuanya Rasidin Tanjung (alm) di tokonya Senin (28/5) mengisahkan, ia telah 25 tahun menggeluti usaha batu akik dan sekaligus memasarkannya ke berbagai daerah bahkan sampai ke Malaysia. Pada acara-acara pergelaran dan pameran Harmadi juga sering hadir mem­promosikan giok Sumatera ini.
“Harga batu akik saat ini memang jauh lebih tinggi. Untuk ukuran 2 hingga 40 gram, berkisar dari Rp100 ribu sampai jutaan. Warna batu ada 68 warna. Jenis yang sangat populer diantaranya kumbang jati dan pucuk pisang. Batu ini memiliki empat kesamaan warna, yaitu dengan kopas, jamrud, giok dan yakub,” terangnya.
Disebutkannya, untuk penjualan rata-rata sehari sekitar Rp400 ribu. Itupun karena menerima asahan dari pelanggan, “Tahun 1997 dulu saya pernah disekolahkan Pemprov Sumbar ke Jakarta, Bandung dan Jawa Tengah selama tiga bulan, untuk meningkatkan pengetahuan dan kemahiran mengelola batu akik. Untuk gagang atau ikat batu cincin ini, saya mendapatkannya dari empat pengrajin gagang cincin yaitu dari Bukittinggi dan Pariaman yang berjenis silver dan stainless,” ungkapnya lagi. (Laporan Feri Maulana)
 SUMBER(http://www.harianhaluan.com/index.php/khas/15374-batu-lumut-sungai-dareh-dipopulerkan-obama)